Strategi Salah Beli Saham ala Investasi

Kemarin nemu blog bagus terusbelajarsaham, ada satu postingan yang menarik untuk dipelajari, intinya adalah bagaimana cita – cita pemula saham pakai gaya investasi ala Warren Buffett beli di harga murah di diamkan so berharap naik tinggi. dan profit.

Karena menarik dan tulisannya terbuka aka blak-blakan nanti di akhir tulisan akan saya share tulisan tersebut.

Suatu ketika saya menerima email pemberitahuan dari sekuritas Saya. fundamental analisis ( untuk diketahui bagi anggota biasanya dikasih technical & fundamental rutin). Saat itu ada saham yang dimenarik perhatian saya BKSL harga saat itu sekitar akhir tahun 2013 lalu 200an saya lupa persisnya. Saya langsung ngebid di suatu harga. dan sambil nunggu harga bid terjadi, sambil lihat email dong.  ada email notifikasi koreksi dari si sekuritas bahwa ternyata kesalahan analisis bahwa ternyata target price tahun depan adalah harga saat ini saya beli.  Tetew.

Oh iya untuk diketahui setiap analisa report dikirim ada namanya disclamer mode on. Artinya adalah kalau si analis salah yah resiko di tanggung masing – masing. alias si analis tidak bisa dituntut karena kesalahan tersebut.

Kemarin sedang galau karena salah satu portofolio saya turun tajam, yang di analisa oleh fundamental sekuritas ada potensi naik 300% gubrak.  Email terakhir Target Price untuk equitas tersebut tidak ada alias ada error. Sehingga sih pemula investator ini agak resah.

Saat galau tersebut baru ambil laptop dan menemukan tulisan menarik silakan baca juga http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2014/03/value-investing-saham-resiko-masalah.html

Saya rasa logika investasi saya benar, saya mengambil analisa dari sekuritas yang banyak nasabah.

Kalau kita menggunakan analisa fundamental, kadang harga turun. wah kepikiran musti moving average down nih, alias nambah harga beli lagi. nah – nah.

hal tersebut kepikiran oleh saya, akankah target price tersebut akan menjadi kenyataan?, kalau salah gimana?, yah tentunya ada juga namanya koreksi target price. ?

Bagi pemula yang baru masuk ekuitas pasti pengen dong dapet inputan research.

tetapi sebagai pemula, jangan dong ke jebak oleh research. sewaktu dahulu saya pernah punya teman yang bisa melihat masa depan, beberapa kali tebakannya salah, beberapa kali benar. apa bedanya analis sama mbah dukun.  Bisa kah sang dukun menjadi analis.

Oh iya saham kedua saat ini masih saya pegang. skenarionya adalah pasang auto sell di level tertentu saja dahulu, dibawah tp fundamental saya gunakan technical saja untuk set auto sellnya.

Post Comment