Ceritanya sehabis menghitung performance salah satu saham secara 10 tahun, ada rekan yang tertarik untuk membeli saham juga.  sewaktu kemarin beliau minta bantuan mau beli beberapa saham lain lagi, ada rekannya yang bertanya ada beberapa pertanyaan

  • Kalau beli saham harus punya waktu banyak untuk memantau yah?
  • Kalau beli saham harus mengerti yah?
  • dirimu punya reksadana juga yah?

 

Reksadana atau Saham, dalam analogi

Karena orang suka menganalogikan suatu produk, dengan produk lain. Reksadana di ibaratkan seperti orang naik taksi  sampai pada tujuan, tetapi biaya mahal. sedang investasi saham diibaratkan seperti orang menyetir  sendiri cost efisien.

Reksadana atau Saham, dari sisi edukasi dan kemudahannya, karakteristiknya

Istilah untuk yang mengelola reksadana adalah manajer investasi, kalau di saham namanya sekuritas/broker ( penyampai dari kita ke pasar saham)

Ada salah satu agent penjual reksadana yang baik, suka bikin gatehering nasabah, kalau kita beli reksadana yang pakai fasilitas online yah tentu juga mudah, ada beberapa agen yang harus datang kecabang, atau harus fax. di sisi saham rata – rata sudah pakai online traiding atau pakai AO (nyuruh orang) yang tingkat selanjutnya ada automatic traiding bis jual kalau harga saham sudah drop, atau sudah naik kriteria tertentu.

Pembelian reksadana ada konfirmasi tiap bulan yang dikirim pakai surat, sedang saham biasanya hanya dikirim pakai email aja.

Sisi biaya beli, dan  biaya jual untuk saham biasa 0.18% untuk beli, 0.28% untuk jual untuk 100juta transaksi jual beli komisinya 35ribu rupiah, sedang saham 1-2% untuk jual & beli, 1% dari 100juta sekitar  1juta rupiah untuk fee broker.

Account biasa memberi rekomendasi tiap pagi, minggu,bulan, tahun dan lain seterusnya ada yang sehari 3 kali. hal ini wajar karena sekuritas kan dapat dari komisi jual beli saham kita.

Reksadana menaruh dananya di rekening milik manajer investasi, sedangkan saham menaruh dananya di rekening milik pribadi yang disebut Rekening Dana Investasi tentu saja yang operationalnya di lakukan oleh pihak sekuritas.  saham juga dibuatkan KSEI jadi bisa pantau juga di pihak BEJnya.

Investasi di reksadana kita perlu menghitung performance sang manager investasi aka produk reksadananya

Yah memang kesan pertamanya, adalah kalau mau beli saham harus menghitung dahulu, sedangkan  untuk reksadana sudah di ada manajer reksadana juga. dahulu saya setuju dengan pernyataan tersebut. hingga akhirnya saya  menemukan beberapa artikel yang membandingkan reksadana satu, dengan reksadana lainnya.

Ada produk reksadana yang sama – sama bagus dalam jangka waktu 5 tahun,  Reksadana A bagus di tahun pertama & kedua awal, sedang tahun setelahnya tidak begitu bagus. Reksadana B bagus di tahun Ke empat & ke lima. dengan hasil akhir sama. ada beberapa kemungkinan salah satunya adalah orang yang menjadi manager investasi dibajak ke tempat lain. kalau kita bisa membaca data kedepan toh kita sih maunya menaruh investasi 2 tahun pertama di reksadana A (yang performancenya bagus) dan memindahkan uangnya ke reksadana B (pada tahun ke empat & ke lima ) sehingga hasilnya maksimal.

Investasi di Reksadana ada strateginya

Setelah menghitung lagi saya menemukan bahwa investasi di awal bulan hasilnya lebih menguntungkan dibanding investasi berkala di akhir bulan.  Lanjut lagi yah, kalau kita menggunakan sebuah aturan menggunakan Moving Average kita bisa memaksimalkan lagi profit yang kita dapatkan.

Oh iya saya masih autodebet reksadana, Kalau pas hari itu nilai bagus seharian misalkan waktu jokowi nyapres harga tiba – tiba naik tajam, besoknya turun lagi. nah pas harga naik tajam tersebut pas tanggal auto investnya jalan. sering “Sakit Hati”, nah loh mengutip lookeng wong kalau investasi disaham harapannya adalah dimasa depan harga akan bagus, terbalik dengan di pasar uang. sewaktu menulis tulisan ini kok investasi reksadana saya jadi berharapan jelek atas ekonomi indonesia yah..    flash — flash.

Strategi  sederhana yang sama bisa dilakukan disaham

Saya kemudian menemukan ada salah satu bank yang menyediakan produk tabungan berbasis saham, kira – kira nabung uang, lalu di belikan saham oleh bank tersebut, kemudian saya coba lakukan simulasi perhitungan salah satu saham dalam jangka waktu 10 tahun. investasi berkala saham KAEF Strateginya sederhana saya lakukan simulasi pembelian 1 kali 1bulan tidak pakai grafik yaitu tanggal 5, hitungan mulai dari 6 bulan hingga 10 tahun terakhir.

Saham & Reksadana sama liquidnya.

Oh iya ini mungkin salah image salah terhadap saham, katanya saham nggak liquid, toh untuk informasi rata – rata 4 hari kita jual saham sudah dapat uangnya masuk ke rekening kita, Kalau mau masuk Tunai malah sore hari langsung bisa dapat uang cashnya.

Performance Saham Jauh Lebih Tinggi dibanding Reksadana Saham

nah ini adalah faktor penting sekaligus penentu, setelah harus juga sama – sama berhitung di reksadana & saham, sama – sama mudah antara investasi saham & reksadana maka kesimpulan saya pun saham menang di bandingkan dengan reksadana.

Cukup banyak yah penjabaran di atas, membaca tulisan ini bukan tulisan yang bersifat netral, tetapi berpihak kepada saham.  yah tentu saja tetapi harap diingat yang bagus disini belum tentu cocok bagi Anda, mungkin ada instrument lain diluar sini yang cocok dengan Anda. bisa saja di pasar modal tidak cocok, tetapi kontrakan yang cocok untuk Anda.

Sewaktu melakukan topup reksadana, ada disebelah saya yang menanyakan reksadana untuk di traidingkan. hingga saat ini saya belum menemukan cara yang cocok untuk hal tersebut. ibaratnya tanggung kalau mau traiding di reksadana.