Pemula Berharap Profit Dari Saham? – Ini Logikanya

Banyak orang yang tertarik dengan tradding saham, dikarenakan potensi keuntungan yang besar. Oh iya berapa kisaran profit yang pernah kita baca dari janji – janji manis apakah  5 – 10% perbulan, untuk tipe tradder yang jika setahun atau dikali 12 sekitar 60% – 120% atau 98% pertahun bagi seorang investor atau bisa juga 3000kali. Melihat pontensi keuntungan besar dari pasar modal membuat banyak orang tertarik untuk menekuni dunia ini. Termasuk Rava tetapi ada beberapa survey membuktikan.

Warren Buffet rata – rata 20-30% persen pertahun cuan dari saham, seorang tradder terkenal tepat 7 dari 10 tebakan.  Ada survey lagi 8 dari 10 orang pemula, masuk ke dunia tradding saham rata – rata rugi dan kapok mengenal dunia saham.

Bagaimana proses pembentukan harga di bursa equity: Misalkan saja sebuah saham DOID harga saat ini sekitar 92 perlembar, seorang analist memprediksi target price 300 rupiah per lembar atau 300% lebih dalam satu tahun. Ada kelompok A melihat potensi ini sehingga membeli saham perusahaan tersebut, disisi lain ada kelompok B juga ah beranggapan agh target potensi 300% kebanyakan paling minus lagi karena dikatakan harga batu bara lagi rendah. maka kelompok B tidak ada yang tertarik dengan saham DOID ini, malah yang dahulu sudah punya melakukan penjualan.

Jika yang ingin beli banyak, maka harga cenderung naik, jika yang ingin jual banyak maka harga cenderung turun. ini sama saja kita belanja di pasar.

Seorang pemula agh, beli agh saham tersebut nanti jual lagi abis harga naik. it’s right. tetapi mari kita lihat dasar yang dimiliki seorang pemula tersebut. sebut saja dana yang dimiliki 10juta rupiah berharap keuntungan 5 – 10% perbulan, ilmu candle yang dimiliki banyak beredar didunia umum.

Rava sendiri masih menemukan logika harga naik dikarenakan ada yang profit maka disisi lain ada yang loss, dan yang tetap selalu menang adalah team broker serta jajaran terkatit dengan komisi jual dan komisi beli nya.

dengan ilmu yang digunakan membaca beberapa buah buku, atau juga bisa ikut seminar. Atau bahkan belajar saham dari online maka dia bertarung dengan orang – orang lain yang lebih senior, para manager reksadana yang dananya besar. Dana asing yang sangat berperan menentukan harga dipasar.

Mengutip salah satu analis pernah berkata support resistence, serta candle saja tidak cukup untuk digunakan tool untuk tradding, karena semua orang pakai, perlu tools lain yang lebih efektif. sekuritasnya sendiri katanya menggunakan macro excel yang dibuat sendiri.

Ogh yah si pemula tersebut menggunakan strategi menggunanakan rekomendasi dari analis, dan antar analis beberapa sekuritas banyak terjadi perbedaan pendapat konsensus atau apa sebutan bahasa kerennya. Dan juga ada kemungkinan revisi target price rava sendiri pernah mendapat rekomendasi buy sebuah saham, dan langsung bid kira – kira 10 menit setelah saham tersebut dapat target price saham tersebut direvisi menjadi beberapa point lebih rendah dari yang rava dapat saat itu. te tew.

Sebuah sekuritas bisa merevisi target price sebuah emiten, ada juga kemungkinan sedang bekerja sama dengan pihak tertentu. Dan dari setiap transaksi buy atau sell mendapat komisi, sedang uang adalah tentang uang Anda, kalau ANda loss yah resiko Anda.

8 dari 10 orang pemula di pasar modal rugi melakukan tradding, dan kapok mengenal dunia equity. sang ahli benar 7 dari 10 kali kesempatan. Ilmu yang Anda gunakan adalah ilmu yang sudah sangat beredar luas dimasyarakat. dan Anda masih berharap mendapat cuan 10% perbulan dari pasar modal. mari kita berpikir ulang

Post Comment