Ini adalah salah satu yang “menganggu” Saya, semakin membaca para financial planer mereka menyarankan untuk menyimpan uang kita pada Capital Market,¬† mulai dari Unit link, Reksadana, Saham dan produk – produk semacamnya.

Cerita berawal dari jika menabung pada tabungan hasil yang didapat hanya akan menutupi biaya administrasi. Sedangkan jika menaruh di deposito uang kita masih tetap tergerus oleh inflasi.

Inflasi adalah penurunan nilai uang, misalnya saja dua tahun lalu harga nasi padang Rp 8000, sedang saat ini harga nasi padang Rp 12000 berarti inflasi sekitar 50% untuk nasi padang dalam jangka waktu dua tahun. Deposito tidak menarik dikarenakan misalkan uang kita tadinya 10juta rupiah bisa makan untuk 30 hari, nah setelah 1 tahun misal bunga deposito 7 % sehingga uang kita 10juta ditambah 700ribu rupiah. nah masalahnya adalah Rp 10.700.000,00 ini ditahun depan tidak cukup untuk makan untuk 30 hari.

dimulai dengan Unit link yang janji manisnya adalah investasi sekaligus asuransi, Jika mobil kita saja di asuransi, masa jiwa kita tidak? padahal mana yang lebih bernilai mobil, atau kepala keluarga? adalah salah satu kesadaran yang diberikan oleh para agent asuransi.

LogoReksadana

ada Juga namanya reksadana, yang katanya rata – rata 18% pertahun pertumbuhannya, oh iya untuk di kritisi semakin kesini, semakin sulit pertumbuhan dengan angka tersebut. bahkan hasilnya ada yang masih lebih baik di deposito.

Persiapan pensiun tidak lah harus pada Capital Market, apakah itu dalam reksadana, saham, dan lain sebagainya. tahun 2013, dan 2008 banyak dana pensiun yang turun drastis loh.

LogoKontrakan

Simple saja, jika kita bikin kontrakan yah bisa menghidupi kita juga toh, atau beli franchise  sebut saja indomaret, atau sebagainya.

SegitigaMaslow

Jadi teringat segitiga maslow, urutan manusia mulai dari kebutuhan –> keinginan –> aktualisasi –> Kontribusi.

LogoIDX

Kenapa Pasar Equity ?

Saya setuju bahwa untuk mempersiapkan dana pensiun tidak harus dalam Equity, baik itu saham, reksadana, atau capital market.

Tetapi di Pasar saham / Equity ada potensi pertumbuhan investasi yang sangat menarik.

Pola Pikir Investor Saham & Forex

Bagi yang memilih investasi di saham, selalu berfikiran baik. misal beli tahun ini, dan berdoa bahwa pada saat akan digunakan misal 5 tahun lagi untuk biaya sekolah anak capital gainnya naik berkali – kali lipat. Selalu berharapan baik.

disisi lain bagi seorang forex misalkan membeli dolar sekarang nanti berharapan dolar harga naik, untuk mendapat keuntungan, supaya dolar bisa naik ekonomi kita harus diperlemah.

Berinvestasi di saham Indonesia, berarti kita berharapan baik bahwa perusahaan kita beli saham tersebut tumbuh, dan secara umum Indonesia bertumbuh. Semoga kita semua diberkahi karunia rezeki yang baik juga.