Cut Loss Pil Pahit yang Merupakan Obat Mujarab

Hari ini walaupun sudah 2 hari IHSG dapat cendol, alias hijau alias naik. toh beberapa (sebagian besar) portofolio saham saya masih loss. salah satu saham ada  yang minus 14%. baru tadi sore ada 1 yang hijau gan. agh hore mulai pada naik harga – harga sahamnya.

Kebanyakan orang lebih rela untuk menahan rugi dari pada menahan untuk, Kalimat tersebut pertama kali saya dengar dari pembicara salah satu securitas pendamping acara Sekolah Pasar Modal. dan kesimpulan sampai saat ini juga kalau saham naik itu pelan, tetapi kalau turun cepat. mungkin harga baru naik sedikit dah di jual, sedikit lagi naik jual lagi.

di Sisi lain jika harga turun pura – pura nggak terjadi apa – apa, dan berharap mungkin besok harganya naik lagi, termasuk kejadian kemarin yang saya alami, dan berakibat kemarin agak sedikit error. Gejala fisik dan psikologis saya ceritakan dalam tulisan lain berjudul efek loss trading saham baik fisik maupun psikologis yang saya alami,

Beberapa orang bilang bahwa kunci trading adalah masalah proteksi, dan juga masalah psikologis. Yang secara tegas adalah cut loss. Tradder yang baik adalah tradder yang bersahabat dengan CUT Loss.

Bulan mei juni tahun ini saham SMGR turun menjadi 50%, bagi yang sudah melalukan cut loss di level 10% pastinya lebih beruntung. tetapi kadang setelah kita melakukan cut loss kadang ada kasus harga naik kembali dan ini lah yang terkadang kita malas untuk melakukan cut loss.

Gak Punya tool Cut loss juga menjadi salah satu penyebab tradder tidak cut loss, lah wong disuruh mengawasi manual yah karena sambil ngator yah agak sulit. juga.

Hari ini saya melakukan Cut loss dari 1/3 saham saya yang sempat turun 14 % dari 15 lot yang dibeli dah saya jual 5 lot. yah itu tadi mau jual sekarang takut harga naik lagi, dan memang sih melihat chart, dan prev done juga sudah mulai membaik.

Gaya trader memberikan toleransi 10% untuk melakukan cut loss, tetapi saya belum menemukan jawaban berapa % cut loss untuk yang strategi investasi. Yang saya rasakan saat ini sepertinya ingin melakukan average down di saham tersebut, tetapi agak ragu karena sepertiya lebih baik untuk mengambil posisi di saham lain nya apa kah itu.

Oh iya sambil belajar saham, sambil menulis journal, sambil berbagi pengalaman, kalau pembaca pernah melakukan cut loss, mohon disharing dalam komentar dibawah yah.

Post Comment